Organisasi Saksi Yehuwa Membayar Korban Pedofilia Pelayan Firman

pelecehan seksual saksi yehuwa
Lembaga Menara Pengawal Membayar Ganti Rugi £275.000
JIKA SAUDARA GOOGLING kalimat “Jehovah's Witness sex abuse atau jehovah's witness pedophilia” akan menemukan begitu banyak kasus-kasus pedofilia atau pelecehan seksual terjadi di kalangan Saksi-Saksi Yehuwa yang sengaja ditutup-tutupi oleh organisasi Saksi Yehuwa namun terbongkar pada akhirnya. Kali ini the Guardian yaitu sebuah surat kabar terkemuka di Inggris pada tanggal 19 Juni 2015 menurunkan sebuah berita dengan headline “Wanita yang Dilecehkan Saat Kecil oleh klergi Saksi Yehuwa Menang £275.000 Sebagai Ganti Rugi = Woman abused as child by Jehovah's Witness minister wins £275k damages”. Sedangkan subjudulnya berbunyi: “Peter Stewar mengaku kepada ibu korbannya bahwa ia seorang cabul, tetapi penatua gereja gagal untuk bertindak sehingga sang ibu ke polisi = Peter Steward admitted to victim's mother he was a pervert, but when church elders failed to act she went to the police”

Sebetulnya kisah-kisah pedofilia dapat terjadi di dalam organisasi agama manapun. Namun demikian, mengapa saya kali ini menyingkapkan aib Saksi-Saksi Yehuwa? 2 tujuan. Pertama, ingin menyingkap kemunafikan organisasi Saksi Yehuwa yang saya bahas dalam artikel Sikap Munafik Organisasi Saksi Yehuwa yaitu berbagai kutipan publikasi Lembaga Menara Pengawal yang melecehkan dan menista gereja-gereja yang memiliki pendeta/pastur terlibat dalam kasus pelecehan seksual padahal pada waktu yang sama kasus yang serupa juga terjadi di dalam organisasi Saksi Yehuwa.

Kedua, untuk membuka mata para Saksi Yehuwa yang hidup dalam tempurung dan termakan oleh propaganda informasi organisasi Saksi Yehuwa bahwa hal-hal buruk tidak terjadi di dalam organisasi Saksi Yehuwa sehingga ketika Saudara pernah bertemu dengan Saksi Yehuwa, mereka dengan lancarnya memandang hina kasus-kasus pelecehan seksual yang terjadi di gereja.  

Berikut terjemahan bebas yang saya buat dan mohon koreksinya jika keliru. Di bagian bawah merupakan berita aslinya dalam bahasa Inggris.


Seorang wanita yang mengalami trauma selama 5 tahun pelecehan seksual  saat kecil oleh klergi Saksi Yehuwa telah memenangkan ganti rugi sebesar £275,000 [silahkan kalikan sendiri kursnya ya] di pengadilan tinggi, seperti apa yang diberitakan merupakan kasus pertama melawan gereja [balai kerajaan] di Inggris.

Wanita itu, saat ini berusia 29 tahun, yang disebut namanya sebagai A, mengalami pelecehan seksual dari umur 4 tahun oleh Peter Stewart, seorang Pelayan Firman di Sidang Limehurst di Loughborough, di mana keluarganya berhimpun.

Pelecehan itu, mulai pada tahun 1989, berhenti di tahun 1994 setelah Stewart ditangkap dan dipenjara karena melecehkan anak lainnya di dalam sebuah sidang dan anak kecil lainnya.

Korban bungkam pada waktu itu, dan ibunya memberikan bukti akan kebaikan karakter Steward pada saat persidangan. Pada tahun 1999, sesaat sebelum pembebasan Stewart, A baru memberitahukan ibunya tentang apa yang terjadi.

Pada Mei 2001, petugas menginterview A, tetapi Stewart meninggal sebulan kemudian.

Ia menuntut bahwa pengawas dari Sidang Blackbrook dan Sidang Saouthwood Saksi-Saksi Yehuwaa di Loughborough, penerus dari Sidang Limehurst, bertanggungjawab untuk pelecehan tersebut.

Ia juga menuntut mereka bertanggung jawab atas tindakan penatua Limehurst, pada tahun 1990, yang gagal untuk mengambil langkah-langkah untuk melindungi anaknya begitu mereka tahu Steward menyerang anak lainnya di dalam sebuah sidang.

Para terdakwa mengaku bahwa karena Stewart sekarang mati, gugatan A terlambat sehingga mereka tidak bertanggung jawab, meskipun mereka mengakui bahwa Steward melecehkan seksual pada A.

Setelah sebuah sidang di London pada Februari, Mr Justice Globe berkata hari Jumat: “Dalam penilaian saya hubungan antara penatua dan pelayan firman dan Saksi-Saksi Yehuwa cukup dekat seperti sebuah hubungan majikan/karyawan dan itu adil dan fair untuk diminta tanggungjawab penuh.”

James Counsell, pengacara korban, berkata seluruh keluarga A adalah Saksi-Saksi Yehuwa. Ibu A percaya dan menghormati Stewart sebagai hamba pelayan organisasi, dan setelah Stewart berteman dengannya, dia meninggalkan Steward sendirian dengan putrinya.

Pelecehan itu berlangsung selama pelajaran Alkitab dan melibatkan sentuhan dan aksi-aksi seks di ruang keluarga rumah A dan di loteng rumah Stewart.

Sang hakim berkata: “Secara keseluruhan, ia mengatakan kepada A bahwa hal itu merupakan rahasia mereka dan A tidak boleh mengatakan apapun atas apa yang terjadi. Stewart berkata kepada A bahwa A akan dikutuk sebagai seorang pendosa jika ia mengadu kepada siapapun.”

Sejak saat itu A didiagnosa dengan gangguan stress pasca-trauma. Ia berharap menjadi seorang pengacara, tetapi setelah kesehatan mentalnya memburuk ia tidak mendapatkan kualifikasi yang ia harapkan dan tidak mampu untuk bertahan pada sebuah pekerjaan yang mapan.

Dia berkata bahwa pelecehan itu telah mempengaruhi hubungannya, “seksual dan sebaliknya”. Dia pernah hamil tapi diaborsi. Dia akhirnya menikah pada bulan Agustus 2008, dan meskipun dia dan suaminya saling mencintai dia merasa tidak dapat memiliki anak.

Globe mengatakan bahwa semua penatua dan pelayan firman yang telah bersaksi merasa ngeri akan pelecehan tersebut dan menunjukkan penyesalan bahwa seorang Saksi Yehuwa dapat menyebabkan hal yang sedemikian jahat kepada A.

Dia mengatakan bahwa, setidaknya, para tetua Limehurst diasumsikan bertanggung jawab untuk memperingatkan jemaat tentang Stewart, tetapi terlepas dari niat baik mereka, ibu A dan anak-anaknya tidak diperingati sama sekali atau peringatan tersebut tidak memadai.

Setelah keputusan pengadilan, A mengatakan: “Prosedur yang diikuti Saksi-Saksi Yehuwa untuk menangani pelecehan seksual anak adalah sama seperti ketika saya dilecehkan. Satu hal yang saya inginkan dari kasus ini adalah mereka akan dipaksa untuk merubah prosedur tentang menjaga keselamatan anak mereka.”

Kerugian dan pembayaran sementara £455,000 atas biaya hukum akan dipenuhi oleh para wali dari Lembaga Menara Pengawal.

Setelah Anda membaca berita The Guardian, tentunya bertanya-tanya mengapa organisasi Saksi Yehuwa membayar kerugian yang ditimbulkan padahal yang melakukan kebejatan adalah anggotanya? Untuk mengetahui alasannya silahkan baca Kasus Pedofilia: Mengapa Organisasi Saksi Yehuwa Terlibat? 

Untuk mengetahui siapa dan apa di balik organisasi dan ajaran Saksi Yehuwa, silahkan klik Membongkar Inti Agama Saksi Yehuwa: Kristen Sejati, Sesat atau Kultus? dan buktinya sendiri apakah organisasi Saksi Yehuwa sebuah gerakan Kristen sejati ataukah grup kultus berkedok agama Kristen berdasarkan publikasi dan praktek yang diterapkan dan diajarkan di dalam organisasi tersebut.

Bagaimana pendapat Saudara artikel Organisasi Saksi Yehuwa Membayar Korban Pedofilia Pelayan Firman?

Soli Deo Gloria

Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus. (2 Yohanes 1:7)





Bahasa Inggris

A woman traumatised by five years of sexual abuse as a child by a Jehovah’s Witness minister has won £275,000 damages at the high court, in what is said to be the first case against the church in the UK.

The woman, now 29, who can only be named as A, was sexually abused from the age of four by Peter Stewart, a ministerial servant at the Limehurst Congregation in Loughborough, where her family worshipped.

The abuse, which began in 1989, stopped in 1994 after Stewart was arrested and jailed for abusing another child in the congregation and another young girl.

The victim remained silent at the time, and her mother gave evidence of Stewart’s good character at his trial. It was only in 1999, just before Stewart’s release, that A told her mother what had happened.

When her mother wrote to Stewart with the allegations, he admitted he was a pervert and told her he was sorry for the hurt and damage he had caused. She contacted an elder at the church and, when nothing was done, she went to the police.

Officers interviewed A in May 2001, but Stewart died a month later.

She claimed that the trustees of the Blackbrook Congregation and the Southwood Congregation of Jehovah’s Witnesses in Loughborough, the successors of the Limehurst Congregation, were vicariously liable for the assaults.

She also claimed they were liable for the actions of the Limehurst elders who, in 1990, failed to take steps to protect her once they knew Stewart had assaulted another child in the congregation.

The defendants claimed that because Stewart was now dead, A had brought her claim too late and they were not responsible, although they accepted he did sexually abuse her.

After a hearing in London in February, Mr Justice Globe said on Friday: “In my judgment the relationship between elders and ministerial servants and the Jehovah’s Witnesses is sufficiently close in character to one of employer/employee that it is just and fair to impose vicarious liability.”

James Counsell, the victim’s barrister, said A’s whole family were Jehovah Witnesses. A’s mother trusted and respected Stewart as a ministerial servant of the organisation, and after he befriended her she left him alone with her daughter.

The abuse took place during bible study lessons and involved touching and sex acts in the living room of A’s home and in the loft at Stewart’s home.

The judge said: “Throughout, he told the claimant it was their secret and that she should say nothing about what was happening. He told her that she would be damned as a sinner if she said anything to anyone.”

A has since been diagnosed with post-traumatic stress disorder. She had hoped to become a lawyer, but after her mental health deteriorated she did not get the qualifications she had hoped for and has not been able to hold down a steady job.

She said the abuse has affected her relationships, “sexual and otherwise”. She once became pregnant but had an abortion. She eventually married in August 2008, and although she and her husband love each other she feels unable to have children.

Globe said that all of the elders and ministerial servants who had given evidence were horrified by the abuse and showed remorse that a Jehovah’s Witness should have caused such harm to A.

He said that, at the very least, the Limehurst elders assumed a responsibility to warn the congregation about Stewart but, despite their good intentions, A’s mother and her children were either not warned at all or were not adequately warned.

After the judgment, A said: “The procedures the Jehovah’s Witnesses follow for dealing with child sexual abuse are the same as it was when I was abused. The one thing I would like to come from this case is that they will feel forced to change their child safeguarding procedures.”

The damages and an interim payment of £455,000 towards A’s legal costs will be met by the trustees of the Watchtower Bible and Tract Society.

4 comments :

  1. Itu Duit buat bayar dari kantong kaum terurap palsu, apa dari kantong saksi? Karena mendadak, ambil dulu dari kas organisasi, nanti akan dipulangin dari persembahan, artinya saksi hutang dana talangan, makin besar cicilan para saksi, kas organisasi cepat pulih. Ini sungguh tidak adil dan tidak ada yg protes, tidak ada yg curiga, tidak ada yg kritis semua takut dipecat. Mempertanyakan ini sama saja bunuh diri.

    Itu pelayan Firman, apa penghalang Firman?

    Salam
    AS

    ReplyDelete
  2. Luka trauma itu ganti ruginya berapa gan? Di sekolah nggak diajari ngitung yg begituan, abstrak.

    Maka watchtower akan bangkrut finansial. Pemasukan merosot drastis, sementara tuntutan ganti rugi dah mulai bermunculan.

    Luka dibohongi, luka diperbudak, luka fobia, luka keluarga saling kucil-mengucilkan, luka kehilangan anggota keluarga yg telat transfusi, rugi ongkos mondar-mandir ,tuntutan dibayar sesuai jam dinas, dll dikali jumlah KK saksi, = bangkrut total.

    Lihatlah patung Dewi keadilan, matanya ditutup , megang pedang dan timbangan. Nabi palsu sudah pernah masuk bui, akan terulang, di kota New York, extra ordinary crime lintas benua ada FBI. Dari akunting bayar pajaknya aja watchtower kurang bayar banyak selama bertahun-tahun.

    Salam
    AS

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yudikatif Amerika itu tidak bisa diintervensi senat / kongres atau Presiden, maka watchtower harus sewa pengacara yg banyak, yang mahal, yang lihai. Ujung2nya tetap ludes, ngaca sama IBSA yg tidak bersisa, sebab yg dilawan itu MahaKuasa.

      Salam
      AS

      Delete
  3. Korban Peter Stewart sudah disebut lebih dari satu, baru satu yg lapor.

    Kasus ini akan mjd yurisprudensi untuk kasus yg ngantri dibelakang.

    Peter Stewart pastilah anak kesayangan organisasi, padahal sudah mati, organisasi masih mau nutup biaya bagi dia. Kan bisa aja organisasi tutup mata. Ini organisasi kacau harusnya Peter Stewart dihadirkan untuk dipecaaaat!!!

    Salam
    AS

    ReplyDelete

Tolong SEBUTKAN Nama Atau Initial Anda saat memberi komentar agar memudahkan Mitra diskusi Anda mengidentifikasikan Anda.

Non Kristiani, mohon tidak memberi komentar.

Jika Anda ingin komentar, silahkan klik DI SINI DULU

.