Benarkah Hamba Adalah Setia Dan Bijaksana? TIDAK! MUNAFIK!

hamba setia dan bijaksana nabi palsu
Apakah Badan Pimpinan Benar Setia dan Bijaksana?
JIKA SAUDARA INGIN memahami inti sari pengajaran Saksi-Saksi Yehuwa pahamilah konsep “hamba setia dan bijaksana” yaitu suatu perumpamaan Yesus Kristus di Matius 24:45-47 yang diklaim oleh Menara Pengawal telah tergenapi (baca pemilihan ilahi) pada tahun 1918/1919 atas sekelompok golongan orang yang “katanya” setia dan bijaksana yaitu badan pimpinan Saksi-Saksi Yehuwa. Tanpa grup ini, tidak ada makanan rohani bagi para Saksi Yehuwa karena hanya merekalah yang berhak menafsirkan Alkitab dan sumber tafsiran doktrin bagi seluruh Saksi Yehuwa (baca di sini). Dan lebih daripada itu, disadari atau tidak dan diakui atau tidak oleh para Saksi Yehuwa, mereka faktanya melakukan penyembahan berhala modern terhadap badan pimpinannya.

Oleh sebab itu, jika Saudara ingin mengalahkan Saksi Yehuwa dalam sebuah diskusi, saran saya; jangan berdebat tentang tafsiran ayat-ayat Alkitab, percuma karena hanyalah sebuah tafsiran Alkitab; bisa benar, bisa keliru. Ajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mitra diskusi Saudara, Saksi Yehuwa, yang berhubungan dengan klaim-klaim palsu ataupun dusta golongan ini dengan cara mencetak pdf-nya, misalnya artikel Dusta : Yesus Adalah Raja 1914 Dan Pelantikan Hamba Setia Bijaksana, Budak Setia Dan Bijaksana Murtad Dan Penipuan, Natal Dan Saksi Yehuwa, Bukti Klaim Palsu Saksi Yehuwa dan banyak artikel lainnya yang dapat Saudara temukan dengan mudah di blog ini. Percayalah, pertanyaan-pertanyaan tersebut akan membuat para Saksi Yehuwa tidak berkutik kecuali menjawabnya dengan respons yang aneh-aneh dan menggelikan untuk membela berhala modern mereka.

Artikel kali ini saya ingin mengangkat aspek lainnya dari golongan “hamba setia dan bijaksana atau badan pimpinan Saksi-Saksi Yehuwa”, yaitu tidak saja mereka mengklaim sebagai nabi Allah, tetapi juga sangat berperilaku munafik dalam mempresentasikan dirinya. Nah, izinkan saya membuktikannya dalam artikel kali ini yaitu Benarkah Hamba Adalah Setia Dan Bijaksana? TIDAK! Munafik!.

Sekarang waktunya kita melihat kutipan majalah Menara Pengawal yang menyatakan berikut ini:

Berbeda dengan manusia, yang jangka hidupnya terbatas, Yehuwa tidak pernah merasa terdesak oleh waktu sehingga menyingkapkan rahasia-rahasia-Nya sebelum waktunya. Fakta ini hendaknya mencegah kita dari ketidaksabaran sewaktu pertanyaan-pertanyaan Alkitab tertentu tidak dapat dijelaskan dengan memuaskan bagi kita sekarang. Kesahajaan di pihak golongan budak yang setia dan bijaksana, yang ditugaskan untuk menyediakan makanan bagi rumah tangga Kristen pada waktu yang tepat, mencegahnya untuk tidak dengan lancang bersikap mendahului dan dengan sembrono berspekulasi mengenai perkara-perkara yang masih belum jelas. Golongan budak berupaya keras untuk menghindari sikap dogmatis. Golongan ini cukup rendah hati untuk mengakui bahwa tidak setiap pertanyaan dapat dijawab sekarang, seraya mencamkan baik-baik Amsal 4:18. Namun sungguh menggetarkan hati untuk mengetahui bahwa Yehuwa, pada waktu dan dengan cara yang ditentukan-Nya sendiri, akan terus menyingkapkan rahasia-rahasia-Nya berkenaan maksud-tujuan-Nya! Kita hendaknya tidak pernah menjadi tidak sabar terhadap penyelenggaraan Yehuwa, dengan tidak bijaksana berupaya mendahului sang Penyingkap rahasia. Sungguh menenteramkan hati untuk mengetahui bahwa saluran yang Yehuwa gunakan dewasa ini tidak berbuat demikian! Golongan itu memang setia dan bijaksana.—Matius 24:45; 1 Korintus 4:6. (Menara Pengawal, 1/6/1997, hlm. 13-14, biru dari saya)
Dari kutipan tersebut, kita belajar 2 hal yaitu:
  • Golongan budak/hamba ini bersahaja (arti lainnya: sederhana, apa adanya, tidak berlebih-lebihan) dalam menyediakan makanan rohani bagi para Saksi Yehuwa dengan tidak lancang bersikap mendahului dan dengan sembrono berspekulasi mengenai perkara-perkara yang masih belum jelas sehingga menenteramkan hati mengetahui bahwa saluran yang digunakan Allah tidak berbuat demikian. Golongan ini memang setia dan bijaksana!
  • Golongan ini juga rendah hati untuk mengakui tidak setiap pertanyaan dapat dijawab sekarang

Nah, pertanyaannya adalah apakah benar golongan budak ini sungguh-sungguh bersahaja, rendah hati serta setia dan bijaksana seperti yang diklaimnya itu? Marilah kita buktikan bersama berdasarkan pernyataan Lembaga Menara Pengawal sendiri.

Apakah Hamba Tidak Lancang Berspekulasi Perkara Yang Belum Jelas?

Sekarang waktunya kita lihat kutipan berikut ini di mana Saksi Yehuwa mengakui pernah mengharapkan nubuatan digenapi lebih cepat dari jadwal Allah oleh karena itu prediksi kiamatnya salah, alias Saksi Yehuwa telah lancang mendahului sang Penyingkap rahasia dalam memprediksi dan menentukan kapan waktu kiamat.

APAKAH SAKSI-SAKSI YEHUWA PERNAH SALAH MEMPREDIKSI AKHIR DUNIA?

Saksi-Saksi Yehuwa pernah salah memprediksi kapan akhir itu datang. Seperti murid-murid Yesus abad pertama, kadang-kadang kami mengharapkan sebuah nubuat digenapi lebih cepat daripada jadwal Allah. (Lukas 19:11; Kisah 1:6; 2 Tesalonika 2:1, 2) Kami setuju dengan pandangan seorang Saksi kawakan A. H. Macmillan, yang mengatakan, ”Saya belajar bahwa kita harus mengakui kesalahan kita dan terus meneliti Firman Allah untuk mendapat lebih banyak penerangan.”(Menara Pengawal, 1/1/2013, hlm. 8)
Nah jika Saudara seorang Saksi Yehuwa yang kebetulan berkunjung ke blog ini, bolehkah saya ajukan pertanyaan berikut ini:
  • Bagaimana badan pimpinan Saksi Yehuwa dapat disebut setia dan bijaksana jika pernah lancang bersikap mendahului dan dengan sembrono berspekulasi mengenai perkara-perkara yang tidak saja belum jelas tetapi juga dilarang oleh Kristus untuk memprediksinya (Kish 1:6)? Silahkan klik artikel Saksi Yehuwa Mengaku Nabi Palsu dan artikel Nabi Palsu Berseru Kiamat! Kiamat!! yang membuktikan Saksi Yehuwa telah bernubuat palsu kapan waktu kiamat dan artikel Bernubuat Palsu Atas Nama Yehuwa yang membuktikan Saksi Yehuwa telah bernubuat atas nama Yehuwa yang melanggar Ul. 18:20-22.
  • Setujukah Saudara dengan sikap munafik badan pimpinan yaitu di satu pihak mengklaim setia dan bijaksana karena tidak lancang dan bersikap sembrono dalam berspekulasi perkara-perkara yang belum jelas padahal faktanya pernah melakukan sebaliknya yaitu mendahului sang Penyingkap rahasia dalam memprediksi kapan waktu kiamat?
  • Setujukah Saudara bahwa badan pimpinan juga berlaku munafik yaitu saat meminta para Saksi untuk tidak pernah menjadi “tidak sabar terhadap penyelenggaraan Yehuwa, dengan tidak bijaksana berupaya mendahului sang Penyingkap rahasia” padahal faktanya dirinya sendiri pernah tidak sabar, tidak setia dan bijaksana?
  • Badan pimpinan mengatakan “Sungguh menenteramkan hati untuk mengetahui bahwa saluran yang Yehuwa gunakan dewasa ini tidak berbuat demikian!”. Nah pertanyaannya adalah:

    Apakah Saudara setuju bahwa pernyataan “saluran yang Yehuwa gunakan. . . tidak berbuat demikian” adalah suatu dusta dari sekian banyak dusta yang dilakukan badan pimpinan karena faktanya pernah berbuat demikian fatal sehingga disebut nabi palsu?

    Bagaimana Saudara dapat memiliki ketenteraman hati mengetahui bahwa golongan ini pernah bersikap sembrono dan bernubuat palsu atas nama Yehuwa?

Dalam kutipan artikel di atas, Menara Pengawal juga merasionalisasikan kesalahan prediksinya dengan mengatakan “Seperti murid-murid Yesus abad pertama, kadang-kadang kami mengharapkan sebuah nubuat digenapi lebih cepat daripada jadwal Allah. (Lukas 19:11; Kisah 1:6; 2 Tesalonika 2:1, 2)”. Silahkan klik artikel Para Nabi Dan Rasul: Manusia Yang Dapat SALAH untuk jawabannya.

Kerendahan Hati Badan Pimpinan

Menara Pengawal menyatakan “Golongan ini cukup rendah hati untuk mengakui bahwa tidak setiap pertanyaan dapat dijawab sekarang, seraya mencamkan baik-baik Amsal 4:18”. Nah, kembali saya ingin bertanya kepada para Saksi Yehuwa pertanyaan berikut ini:

Jika golongan ini mengakui memiliki keterbatasan pengetahuan karena tidak “setiap pertanyaan dapat dijawab sekarang” bahkan banyak mengajarkan doktrin yang berubah-ubah dan tidak pasti; artinya pengajaran yang hari ini diyakini sebagai kebenaran sejati dapat dibuang dan dinilai salah dan dikoreksi beberapa waktu kemudian (baca di sini untuk bahasannya).

Bagaimana golongan ini rendah hati jika ajarannya itu harus mutlak diyakini oleh anggotanya tanpa boleh dipertanyakan dan jika terus bersikukuh mempertanyakannya dipecat dari sidang? Bukankah sangat aneh jika badan pimpinan di satu pihak mengakui memiliki keterbatasan pengetahuan tetapi melarang para Saksi menafsirkan Alkitab dengan upaya sendiri melainkan meminta para Saksi mutlak mengikutinya dan memecatnya jika tidak setuju dengannya? Apakah ini sikap rendah hati ataukah sikap otoriter?

Bagaimana menurut Saudara? Apakah badan pimpinan Saksi Yehuwa benar hamba yang setia dan bijaksana ataukah munafik dan pendusta serta berkepemimpinan bersifat otoriter yang merupakan salah satu pilar utama sebuah kultus?

Soli Deo Groria

Artikel terkait:
1. Mengungkap Organisasi Allah Berkedok Agama Kristen: Psikologi Kultus
2. Apakah Tujuan Saksi Yehuwa Menginjil Dari Rumah Ke Rumah?
3. Saksi Yehuwa Mengaku Nabi Allah!
4. Sumber Doktrin Saksi: Yehuwa atau Setan?


Berjaga-jagalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan berbaju domba, tetapi di dalamnya, mereka adalah serigala-serigala yang rakus. (Mat. 7:15, NW)

No comments :

Post a Comment

Tolong SEBUTKAN Nama Atau Initial Anda saat memberi komentar agar memudahkan Mitra diskusi Anda mengidentifikasikan Anda.

Non Kristiani, mohon tidak memberi komentar.

Jika Anda ingin komentar, silahkan klik DI SINI DULU

.