Apakah Makna Kematian Dan Kebangkitan Yesus Bagi Manusia?

arti kematian dan kebangkitan yesus bagi saksi yehuwa
Makna Kematian Dan Kebangkitan Yesus Kristus
APAKAH ARTI KEMATIAN dan kebangkitan Yesus Kristus bagi Saudara? Sangat penting — bahkan merupakan ajaran sentral Perjanjian Baru — karena kematian dan kebangkitan Yesus merupakan kabar baik (Injil) yang para rasul beritakan kepada banyak orang seperti yang disampaikan oleh rasul Paulus di 1 Kor. 15:3-4 yaitu “bahwa Kristus mati bagi dosa-dosa kita sesuai dengan Tulisan-Tulisan Kudus; dan bahwa ia dikuburkan, ya, bahwa ia dibangkitkan pada hari ketiga sesuai dengan Tulisan-Tulisan Kudus” (NW).

Politik Suci, Pemilu, Pelanggaran Hukum dan Penganiayaan

saksi yehuwa kristen politik suci pemilu pelanggaran hukum
Politik Suci, Pemilu, Pelanggaran Hukum
9 APRIL 2014 MERUPAKAN pesta demokrasi bagi rakyat Indonesia, yaitu hari Pemilihan Umum (PEMILU) bagi calon legislatif anggota DPR, DPRD dan DPD republik Indonesia. Hingar-bingar Pemilu dapat kita lihat dan rasakan dari banyaknya slogan dan propaganda politik yang diiklankan melalui media cetak, spanduk maupun elektronik (TV/radio).

Setiap warga negara Indonesia dianjurkan untuk menggunakan hak pilihnya, tidak golput. Meskipun Kepala Kepolisian, Jenderal Sutarman mengatakan, kepolisian belum mengetahui pasal yang akan diterapkan kepada masyarakat yang menyerukan golput. Tetapi Ketua Komisi Pemilu, Husni Kamil Manik menyatakan, seseorang atau kelompok yang mengajak masyarakat untuk golput bisa dipidanakan. “Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012. Bisa dibaca, ya,” ujar Husni.*

Jika Allah Sumber Kasih, Mengapa Mengutus Yesus Menebus Dosa?

kasih terbesar yesus saksi yehuwa
Apakah Allah Adalah Kasih?
SELESAI BERHIMPUN DI SEBUAH gereja minggu lalu, ketika saya sedang berbicang-bincang dengan seorang sahabat Kristen tentang suatu topik umum, tiba-tiba kami dihampiri oleh seorang anak lelaki dan ditanya, “Om-Om, bolehkah saya bertanya?“.

Ya, tentunya boleh. Mau tanya apa?”, kata teman saya ramah.

Apakah Om percaya bahwa Allah adalah kasih dan mengasihi kita?“, tanya rekan kecil itu.

Ya, tentu dong. Rasul Yohanes berkata bahwa 'Allah adalah kasih' dan karena Allah mengasihi kita maka Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal agar setiap orang yang percaya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (1 Yoh. 4:8, Yoh. 3: 16)”, teman saya menjelaskan.

Apakah Om juga percaya bahwa Yesus mati karena menebus dosa-dosa kita?”, kembali rekan kecil itu bertanya.

Ya, tentu dong. Paulus berkata, 'Kristus telah mati karena dosa-dosa kita' (1 Kor. 15:3)”, teman saya dengan lugas menjawab.

Jika memang Allah adalah kasih dan mengasihi kita, mengapa Ia mengirim Anak-Nya untuk mati menebus dosa-dosa manusia, bukan Allah sendiri yang mati dan menebus dosa kita?”, rekan kecil itu bertanya. Dan jujur kami agak tersentak dengan pertanyaan cerdas tersebut.

Apakah Yesus Menebus Dosa Manusia?

apakah yesus menebus dosa manusia
Ajaran Saksi: Apakah Yesus Menebus Dosa Manusia
ALKITAB MENGAJARKAN YESUS Kristus adalah Sang penebus dosa manusia. Pengajaran ini merupakan tema sentral Perjanjian Baru karena inti atau tujuan utama kelahiran Kristus ke dalam dunia ini adalah untuk menyelamatkan (baca menebus) manusia dari dosa-dosa mereka. Mat. 1:21 mencatat: “Dia akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan engkau harus menamainya Yesus, karena ia akan menyelamatkan umatnya dari dosa-dosa mereka”. Dan berita Injil sejati yang diberitakan oleh rasul Paulus adalah tentang kematian Kristus untuk menebus dosa-dosa kita (1 Kor. 15:1-4). Namun demikian dalam artikel Apakah Yesus Menebus Dosa Adam Atau manusia? saya menjelaskan bahwa organisasi Saksi Yehuwa mengajarkan Yesus menebus (baca membayar) dosa Adam, bukan dosa manusia; saya dan Anda. Pengajaran demikian hanyalah berupa tafsiran tanpa berdasarkan Alkitab karena tidak ada satupun ayat Alkitab yang menyatakan secara tersurat demikian. Dan jika Saudara kaji artikel ini dengan seksama maka pernyataan saya itu sungguh masuk akal dan sesuai dengan ajaran bidat Saksi Yehuwa.

Apakah Yesus MENEBUS Dosa Adam Atau Manusia (Roma 6:7)?

menara pengawal yesus menebus dosa adam atau manusia
Yesus Kristus Menebus Dosa Adam atau Manusia?
ARTIKEL SAKSI YEHUWA: Pemberita Injil Sejati Atau Palsu membahas tentang “injil palsu” yang diberitakan oleh para Saksi Yehuwa. Mengapa palsu? Karena pemahaman “injil” tersebut tidak dapat Saudara temukan di Alkitab. Dan rasul Paulus mengutuk orang yang memberitakan suatu injil yang berbeda dengan apa yang diberitakan para rasul: “Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.” (Gal. 1:9)

Definisi injil sejati menurut Paulus dijabarkan di 1 Kor. 15:1-4:

Saudara-saudara, aku memberi tahu kamu kabar baik yang aku nyatakan kepadamu, yang juga kamu terima, yang di dalamnya kamu pun berdiri, yang melaluinya kamu juga diselamatkan, dengan perkataan yang aku gunakan untuk menyatakan kabar baik kepadamu, jika kamu berpegang erat padanya, kecuali, sesungguhnya, kamu telah sia-sia menjadi orang percaya. Karena aku meneruskan kepadamu, di antara hal-hal pertama, apa yang juga aku terima, yaitu bahwa Kristus mati bagi dosa-dosa kita sesuai dengan Tulisan-Tulisan Kudus; dan bahwa ia dikuburkan, ya, bahwa ia dibangkitkan pada hari ketiga sesuai dengan Tulisan-Tulisan Kudus (NW)

Ajaran Saksi: Pemahaman Progresif Atau KEBINGUNGAN?

Doktrin progresif atau Bingung?
Ajaran Sejati versus Ajaran Palsu
JIKA SAUDARA CERMATI ajaran Menara Pengawal dari waktu ke waktu, Saudara akan menemukan ajarannya yang berubah-ubah. Hari ini Menara Pengawal mentafsirkan suatu ayat adalah A maka beberapa tahun kemudian dapat berubah menjadi B. Dan tidak mengherankan jika beberapa tahun kemudian berubah lagi menjadi C atau kembali kepada posisi semula yaitu A. Menara Pengawal merasionalisasikan ajaran yang demikian sebagai terang yang bersifat progresif. Perhatikan kutipan Menara Pengawal berikut ini yang menandaskan hal tersebut:

Benarkah Hamba Adalah Setia Dan Bijaksana? TIDAK! MUNAFIK!

hamba setia dan bijaksana nabi palsu
Apakah Badan Pimpinan Benar Setia dan Bijaksana?
JIKA SAUDARA INGIN memahami inti sari pengajaran Saksi-Saksi Yehuwa pahamilah konsep “hamba setia dan bijaksana” yaitu suatu perumpamaan Yesus Kristus di Matius 24:45-47 yang diklaim oleh Menara Pengawal telah tergenapi (baca pemilihan ilahi) pada tahun 1918/1919 atas sekelompok golongan orang yang “katanya” setia dan bijaksana yaitu badan pimpinan Saksi-Saksi Yehuwa. Tanpa grup ini, tidak ada makanan rohani bagi para Saksi Yehuwa karena hanya merekalah yang berhak menafsirkan Alkitab dan sumber tafsiran doktrin bagi seluruh Saksi Yehuwa (baca di sini). Dan lebih daripada itu, disadari atau tidak dan diakui atau tidak oleh para Saksi Yehuwa, mereka faktanya melakukan penyembahan berhala modern terhadap badan pimpinannya.

.