Membongkar Inti Agama Saksi Yehuwa: Kristen Sejati, Sesat atau Kultus?

bagaimana memilih agama kristen yang baik?
Bagaimana Memilih Agama Kristen Yang Baik Dan Sejati?
SALAH SATU FAKTOR yang mempengaruhi manusia dalam berpikir, berperilaku, berpandangan hidup, berinteraksi dengan sesama, bahkan kehidupan kekalnya dan lain-lain hal adalah agama kepercayaan yang dianutnya. Dan bagi Saudara yang sedang belajar dengan Saksi Yehuwa ingin menjadi seorang Saksi atau ingin mengetahui siapa dan apa ajaran Saksi-Saksi Yehuwa sebenarnya, silahkan pelajari thread artikel ini yang akan memberikan panduan rangkuman isi blog ini.

Bisakah Saksi Yehuwa Menghasilkan Buah Roh Tanpa Persatuan Dengan Yesus?

Yohanes 15:1-8 Saksi Yehuwa
Orang Kristen Harus Tinggal Di Dalam Yesus Agar Berbuah
SETIAP ORANG KRISTEN sejati merupakan cabang atau ranting dari pokok anggur yang benar, yaitu Yesus Kristus. Hal ini dijelaskan dalam Yohanes 15:1-8. Lalu bagaimana dengan Saksi Yehuwa yang mengaku-ngaku juga sebagai orang Kristen sejati? 

Artikel Pokok Anggur Yang Benar Dan Ranting-Rantingnya (Yoh. 15:1-8) menjelaskan bahwa hanya golongan kaum terurap, yaitu penyembahan berhala para Saksi Yehuwa yang merupakan ranting-ranting dari pokok anggur yang benar. Sedangkan jutaan Saksi Yehuwa lainnya adalah bukan bagian daripadanya.

Pemerintahan Baru Jokowi: Sebuah Harapan Baru

jokowi majalah time sebuah harapan baru
Majalah TIME “A NEW HOPE”
MAJALAH TIME EDISI bulan Oktober 2014 memuat foto presiden Indonesia ke-7, Jokowi (Joko Widodo) di sampul depannya dan tertera judul “A New Hope = Sebuah Harapan Baru”, artinya bangsa Indonesia berharap banyak kepada presiden Jokowi — akan dilantik pada 20 Oct. 2014 — dapat melakukan perubahan-perubahan signifikan akan kondisi bangsa Indonesia yang sarat dengan masalah seperti korupsi, ketidak-adilan hukum, ekonomi dan lain-lain masalah kebangsaan. Ya, rakyat Indonesia sangat berharap banyak kepada pemerintahan Jokowi dalam menyelesaikan banyak masalah bangsa ini.

Lalu apakah pemahaman seorang Saksi Yehuwa mengenai suatu pemerintahan pada umumnya? Bagaimana seorang Saksi Yehuwa memandang majalah TIME dengan judulnya “A New Hope = Sebuah Harapan Baru”?

Matius 27:37 Membuktikan Yesus Mati Di Kayu Salib, Bukan Sebuah Tiang

Yehuwa memberikan Putra tunggal-Nya sebagai tebusan bagi kita
Kematian Yesus: Salib Atau Tiang?
ARTIKEL YESUS MATI Di Kayu Salib Atau Sebuah Tiang, Apa Kata Alkitab? menyingkap bagaimana pemahaman organisasi Saksi Yehuwa tentang Yesus dipaku (dipantek) pada sebuah tiang tidaklah berdasarkan Alkitab. Dan artikel Apakah Yesus Kristus Mati Disalib atau Dipantek Pada Sebuah Tiang? mengungkap bagaimana organisasi Saksi Yehuwa dengan sengaja memanipulasi The Imperial Bible-Dictionary, untuk tujuan mendukung doktrinnya itu, seolah-olah Kristus Yesus mati dipantek pada sebuah tiang padahal dictionary tersebut berbicara sebaliknya yaitu bahwa pada masa itu merupakan hal yang wajar menggantung seorang kriminal pada sebuah kayu berbentuk salib (huruf T), bukan pada sebuah tiang seperti yang diklaim oleh Saksi Yehuwa.

Nah, artikel kali ini yaitu Matius 27:37 Membuktikan Yesus Mati Di Kayu Salib, Bukan Sebuah Tiang membahas lagi apa yang Alkitab nyatakan tentang kematian Yesus yaitu dipaku pada sebuah kayu berbentuk salib (huruf T), bukan pada sebuah tiang seperti yang diajarkan oleh Saksi Yehuwa.

Yesus Mati Di Kayu Salib Atau Sebuah Tiang, Apa Kata Alkitab?

Yehuwa memberikan Putra tunggal-Nya sebagai tebusan bagi kita
Kematian Yesus: Salib Atau Tiang?
ARTIKEL APAKAH YESUS Kristus Mati Disalib Atau Dipantek Pada Sebuah Tiang? membahas tentang bagaimana organisasi Saksi Yehuwa memanipulasi The Imperial Bible-Dictionary, untuk tujuan mendukung doktrinnya, seolah-olah Kristus Yesus mati dipantek pada sebuah tiang padahal jika kita membaca dictionary tersebut secara keseluruhan menyatakan bahwa pada masa itu merupakan hal yang wajar menggantung seorang kriminal pada sebuah kayu berbentuk salib (huruf T), bukan pada sebuah tiang seperti yang diklaim oleh Saksi Yehuwa.

Contoh dari kematian Yesus pada sebuah tiang, menurut ajaran Saksi Yehuwa, dapat Anda lihat gambar di samping yang saya ambil dari buku terbitan Lembaga Menara Pengawal, Apa Yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan? hlm. 53 dengan judul di bawah gambar tertera “Yehuwa memberikan Putra tunggal-Nya sebagai tebusan bagi kita

Apakah Yesus Kristus Mati Disalib atau Dipantek Pada Sebuah Tiang?

saksi yehuwa tiang siksa kayu salib
Yesus Mati Di atas sebuah Kayu Salib atau Tiang? 
ORGANISASI SAKSI YEHUWA mengajarkan bahwa Yesus Kristus wafat dipaku di atas sebuah tiang dengan kedua tangan-Nya di atas kepala-Nya, bukan di atas sebuah kayu salib seperti yang diyakini oleh mayoritas gereja-gereja Kristen. Silahkan pembaca melihat gambar di samping untuk melihat lebih jelas perbedaannya.


Dalam artikel kali ini, saya tidak ingin membahas secara teknikal: apakah Yesus dipaku di atas kayu berbentuk tanda salib atau tiang karena apa yang saya ingin singkap dalam artikel ini lebih penting yang harus dipikirkan dan direnungkan secara mendalam oleh seorang Saksi Yehuwa yang kebetulan mengunjungi blog ini. Saya sungguh ingin para Saksi Yehuwa menggunakan daya nalar sehatnya untuk menganalisa argumen saya di artikel ini dibandingkan dengan memperlihatkan fanatisme buta terhadap organisasi Lembaga Menara Pengawal di mana seorang Saksi tergabung. Pertanyaannya adalah jika memang Yesus Kristus mati di atas sebuah tiang, mengapa lalu organisasi Saksi Yehuwa menggunakan dusta untuk menutupi fakta kebenaran bahwa Yesus disalib? Untuk buktinya, perhatikan kutipan dari buku “Bertukar Pikiran” hlm. 338 berikut ini:

Yesus Adalah Pokok Anggur Yang Benar, Tidak Ada Yang lain (Yoh 15:1-8)

pokok anggur yang benar buah roh
Pokok Anggur Yang Benar (Yoh. 15:1-8)
ARTIKEL POKOK ANGGUR Yang Benar Dan Ranting-Rantingnya (Yoh. 15:1-8) membahas akan teologi Saksi-Saksi Yehuwa yaitu hanya sejumlah 144,000 (kaum terurap Kristen) saja merupakan ranting-ranting (cabang-cabang) dari pokok anggur yang benar, sedangkan “domba-domba lain” yaitu jutaan Saksi Yehuwa lainnya bukanlah ranting-ranting dari Perjanjian Abraham “pohon zaitun” atau “pokok anggur yang benar,” yaitu Kristus Yesus. Meskipun demikian, para Saksi Yehuwa tersebut harus tetap membuktikan diri mereka sebagai murid-murid Kristus dengan “terus menghasilkan buah-buah roh yang banyak” sama seperti seluruh “ranting-ranting,” kaum terurap Kristen. Seperti juga “ranting-ranting” terurap dari “pokok anggur yang benar” harus tetap bersatu dengan Kristus, maka “domba-domba lain” harus tetap berhubungan dekat dengan “hamba setia dan bijaksana,” “saudara-saudara” terurap Kristus. Hanya dengan demikian mereka berharap untuk ‘mewarisi Kerajaan yang disiapkan bagi mereka dari sejak dunia dijadikan’. Berikut penjelasannya:

.