Membongkar Inti Agama Saksi Yehuwa: Kristen Sejati, Sesat atau Kultus?

bagaimana memilih agama kristen yang baik?
Bagaimana Memilih Agama Kristen Yang Baik Dan Sejati?
SALAH SATU FAKTOR yang mempengaruhi manusia dalam berpikir, berperilaku, berpandangan hidup, berinteraksi dengan sesama, bahkan kehidupan kekal dan lain-lain hal adalah agama kepercayaan yang dianutnya. Dan bagi Saudara yang sedang belajar dengan Saksi Yehuwa ingin menjadi seorang Saksi atau ingin mengetahui siapa dan apa ajaran Saksi-Saksi Yehuwa sebenarnya, silahkan pelajari thread artikel ini yang akan memberikan panduan rangkuman isi blog ini.

Bisakah Saksi Yehuwa Ambil Keputusan Berdasarkan Hati Nurani? Tidak!

jw.org/id melakukan propaganda informasi yang menyesatkan pembacanya di internet
Propaganda Dusta Saksi Yehuwa Melalui jw.org
SEBUAH PEPATAH BIJAKSANA mengatakan “Jangan menilai sebuah buku dari sampulnya saja”. Maksud pepatah itu adalah janganlah kita menilai sesuatu hanya berdasarkan tampilan luarnya saja, tanpa memeriksa isi dalamnya karena penampakan luar [bisa berupa cara berpakaian, kesopanan dan lain-lainnya] dapat mengecoh dan menipu kita. Jika Saudara banyak menggunakan angkutan umum memahami bahwa para pencopet memanfaatkan pepatah tersebut untuk mengecoh dan penipu korbannya.  

Alkitab mengatakan “Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang” (2 Kor. 11:14, baca Kultus: Seperti Iblis Menyamar Malaikat Terang). Demikian juga organisasi Saksi Yehuwa sebagai grup kultus melalui jw.org/id memanfaatkan propaganda informasi untuk menyesatkan orang-orang tulus yang ingin mengetahui tentang gerakan ini. (baca Ciri Kultus: Menggunakan Propaganda Informasi). Mau buktinya?

Apakah Aksi Sosial dan Perbuatan Baik Membuktikan Saksi Yehuwa Bukan Suatu Kultus?

apakah aksi sosial dan perbuatan baik yang dilakukan saksi yehuwa membuktikan saksi yehuwa bukanlah suatu kultus
Aksi Sosial dan Perbuatan Baik Membuktikan Bukan Kultus?
DULU SAAT SAYA jelaskan kepada seorang tante bahwa organisasi Saksi Yehuwa adalah sebuah gerakan kultus berkedok agama Kristen. Tante itu menunjukkan — telah menjadi Saksi Yehuwa selama 26 tahun — menunjukkan ketidak-percayaannya dengan berkata, “Mustahil organisasi Saksi Yehuwa suatu kultus karena mengajarkan pengikutnya kebaikan, misalnya hidup jujur, suci, melakukan kebaikan dan lain-lain yang positif dan bermanfaat bagi manusia”. (Salah satu diskusi saya mengenai tante ini bisa di lihat di sini)

Apa yang disampaikan oleh tante tersebut kelihatan masuk akal. Bahkan dalam situs resmi Saksi Yehuwa yaitu jw.org dalam artikel Apakah Saksi-Saksi Yehuwa Itu Suatu Kultus? menjelaskan alasan Saksi Yehuwa bukan suatu kultus dengan menyatakan:

Mengapa Harus Allah Menebus Dosa Manusia? Renungan Jumat Agung

saksi yehuwa menolak kematian yesus di kayu salib melainkan pada sebuah tiang
Mengapa Harus Allah Sendiri yang Mati Disalib?
SETIAP MANUSIA AKAN mengalami kematian karena upah dosa adalah maut (Roma 6:23). Dan satu-satunya kematian unik — tidak dialami oleh siapapun termasuk pendiri agama manapun — yang pernah terjadi sepanjang sejarah manusia adalah peristiwa kematian [penyaliban dan wafat-Nya] Yesus Kristus yang diperingati oleh umat Kristen sebagai peringatan Jum'at Agung. Mengapa saya katakan sebagai satu-satunya kematian yang unik? 

Keunikan pertama. Tidak seperti pendiri-pendiri agama lainnya yang merupakan manusia berdosa oleh karena itu mati karena akibat dosa-dosanya sendiri, Yesus kristus dilahirkan tanpa dosa dan kematian-Nya adalah dalam rangka menggenapi rencana Allah untuk memberikan pengampunan dosa-dosa melalui kematian-Nya di kayu salib (Luk. 1:35, Yoh. 8:46, 1 Yoh. 3: 5, 1 Kor. 15:3-4 baca Apakah Makna Kematian Dan Kebangkitan Yesus Bagi Manusia?).

Kontroversial dan Fenomena Basuki T Purnama vs Logika Saksi Yehuwa

perbedaan logika ahok dengan saksi yehuwa
Kontroversial dan Fenomena Ahok
MENGAMATI DUNIA PERPOLITIKKAN tanah air sungguh suatu hal yang menarik dan menyegarkan karena memberikan harapan baru, khususnya apa yang terjadi dengan propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang dikomandani oleh Gubenur Basuki Tjahaja Purnama (dipanggil Ahok).

Banyak sisi yang dapat ditulis mengenai Ahok yang penuh kontroversial dan fenomena unik. Tetapi saya hanya ingin mengupas sedikit saja dari sisi logika Ahok, yaitu ia mampu dan sukses menjungkirbalikkan logika pihak-pihak yang mengklaim terhormat, religius, mengklaim “mewakili” rakyat, orang-orang pintar dan sederetan sebutan bermartabat lainnya.


Ahok adalah seorang Kristen Protestan yang mencoba menjalankan perintah Kristus untuk menjadi terang dan garam dunia ini (Mat. 5:13-15). Namun demikian, keimanan dan integritas pribadinya melampaui Muslim manapun yang secara terang-terangan menyebut Ahok “kafir”. Ini di luar logika. Bagaimana mungkin seorang kafir seperti Ahok memiliki keimanan dan integritas melampaui seorang Muslim yang taat? Ahok lebih muslim daripada seorang Muslim bergelar haji yang duduk di pemerintahan. Kita bisa bandingkan dengan seorang menteri agama yang notabene harus memiliki keimanan yang teguh dan integritas teruji dibandingkan pribadi lainnya namun ironisnya dihukum karena kasus korupsi. Di mana logikanya?

Bukti Tanda Kultus: Mengajarkan Doktrin Baru

MAJALAH MENARA PENGAWAL edisi 15/2/1994, hlm. 4 mengatakan: “Para ahli perilaku kultus memperkirakan bahwa tibanya milenium baru dalam beberapa tahun mendatang dapat memicu perkembangbiakan kultus. Sebuah majalah berita mencatat bahwa menurut kelompok-kelompok anti-kultus, terdapat ribuan kultus ”di luar sana yang siap merenggut tubuh Anda, mengendalikan pikiran Anda, merusak jiwa Anda. . . . Beberapa bersenjata tetapi kebanyakan dianggap berbahaya. Mereka akan membujuk Anda dan merampas milik Anda, mengawinkan dan menguburkan Anda”

Saya mengamini apa yang dinyatakan oleh majalah tersebut yaitu adanya ribuan kelompok-kelompok kultus berkembang-biak saat ini, salah satu buktinya saja yang mencuat dan mendadak terkenal misalnya ormas GAFATAR* yang saya identifikasikan sebagai salah satu kelompok kultus berdasarkan apa yang dijelaskan oleh Menara Pengawal dalam beberapa artikel bersambung berikut ini:

Anggota Kultus Mengasingkan Diri Dalam Satu Komunitas

saksi yehuwa anggota kultus
Anggota Kultus Mengasingkan Diri Dalam Satu Komunitas 
INGATKAH SAUDARA DENGAN Jim Jones, seorang pemimpin kultus berkebangsaan Amerika yang mendirikan gerakan Peoples Temple, dengan 900-an orang pengikutnya melakukan bunuh diri massal di Jonestown, Guyana? Jika tidak tahu, saya persilahkan Saudara googling mengenai kasus ini agar Saudara dapat memahami bahayanya mengikuti pemimpin kultus.

Lalu apakah persamaan antara Peoples Temple, ormas GAFATAR dan Saksi-Saksi Yehuwa? Mereka sama-sama kelompok kultus berkedok agama! Ya, meskipun masing-masing kelompok kultus memiliki perbedaan doktrin yang signifikan tetapi jika dicermati mendalam berdasarkan perspektif psikologi kultus; fakta-faktanya membuktikan bahwa setiap grup kultus tersebut memiliki persamaan secara umum yang dapat Saudara kenali. Kesamaan umum apakah yang dimiliki oleh GAFATAR dan Saksi-Saksi Yehuwa?

.

.